Review Buku 25 Labirin

 

Review Buku 25 Labirin

Oleh: Zafira Nabila


Judul              : Antologi Cerpen Misteri, Labirin 25

Penulis            : Dewi Purboratih, dkk.

Tebal              : 248 halaman

Tahun Terbit : Cetakan Pertama, Desember 2020

Penerbit          : Padmedia

Saya bukan orang yang menyenangi hal-hal misterius. Tetapi belakangan ini saya gemar membaca/ menonton film bergenre misteri. Tidak hanya menegangkan, genre misteri juga menyimpan banyak teka-teki dalam alurnya. Buku Antologi Cerpen Misteri, 25 Labirin atau bisa kita sebut Antologi 25 Labirin merupakan salah satu buku misteri yang pernah saya baca.

Dari cover bukunya yang hitam putih saja sudah menampilkan kesan misterius, apalagi isinya. Buku yang ditulis oleh 25 perempuan ini memiliki 25 cerpen misteri yang beragam dan memiliki karakteristik masing-masing. Mulai dari cerita yang berbau ghaib hingga cerita yang penuh teka-teki. Tak hanya itu, judul-judul cerpen dalam Antologi 25 Labirin juga sangat menarik sehingga membuat saya bingung ingin membaca yang mana dahulu.

Awalan setiap cerpen dalam buku ini selalu membuat pembaca penasaran akan kelanjutan adegan tersebut. Hal tersebut membuat anda, yang membacanya, tidak cepat merasa bosan. Anda akan diberikan sensasi berbeda-beda ketika membaca 1 buku ini. bahkan, ada beberapa cerita yang dapat membuat anda seolah-olah menjadi bagian dari cerita tersebut. Keren!

Salah satu cerita yang saya baca berjudul “Jamuan Makan Siang Para Tangga” karya Metta Mevlana. Menceritakan tentang seorang tokoh utama dan salah satu sahabatnya serta para tangga sedang menikmati makan siang bersama. Bukan hanya makan siang biasa, di pertemuan itu, mereka membahas mengenai kehidupan yang mereka jalani. Mereka bercerita bagaimana pertama kali bertemu dengan satu-sama lain hingga bagaimana mereka bisa sering mengadakan jamuan makan.


“Bak kerja debu ajaib yang ditebarkan seorang penyihir ternama, kalimat Adamnan seketika melahirkan Taa si tangga ke dunia. Menyalakan. Menggerakkan. Memerdekakan sebuah jiwa yang lama mendekam dalam bui kebendaan.” (Jamuan Makan Siang Para Tangga, Halaman 51)


Kemudian ada cerita berjudul “Acakan Nama” karya Zafira Nabila (iya, saya sendiri). dalam cerita ini, ada beberapa kata yang membuat saya bingung sendiri. Tetapi cerita misteri ini dapat membuat saya merinding dengan kalimat di akhir cerita (jika kalian ingin membaca cerita tersebut, saya sarankan agar jangan langsung lompat pada bagian akhir, ya). Menceritakan tentag seorang remaja dan temannya yang berusaha terlepas dari sebuah permainan mematikan.

Cerita favorit? Saya hampir menyukai semua ceritanya. Bagian yang saya suka dalam buku cerpen ini adalah ketika cerita tersebut memiliki akhir yang tidak terduga. Tetapi ada beberapa kata yang tidak bisa saya pahami karena saya masih minim kosakata, hehe. Meski sedikit sulit dimengerti, cerita-cerita dalam buku tersebut meninggalkan kesan tersendiri bagi pembacanya.

Saya merekomendasikan buku ini bagi kalian yang menyukai genre misteri maupun cerita penuh teka-teki. Banyak pilihan cerita menarik dalam karya yang dibuat oleh 25 perempuan ini. tunggu apa lagi? Ayo baca, jangan membuat saya menikmatinya sendirian!

Komentar