Banyak Tugas Bukan Salah Pandemi

Oleh: Zafira Nabila

 

Banyak tugas? kasihan sekali...

Siapa bilang pandemi hanya memunculkan hal buruk? Lebih dari 15 animasi, 1:1 dinding mural, puluhan lembar kertas bergambar, e-sertifikat, ribuan bahkan jutaan kata-kata telah saya dapatkan saat pandemi dimulai. Hal tersebut membuktikan bahwa pandemi tidak selalu membawa pengaruh buruk.

Semua diawali dari niat dan motivasi. Dari dulu saya sudah memiliki niat untuk melakukan hal-hal yang saya inginkan, tetapi sayangnya waktu saya terpakai untuk sekolah offline. Ketika terdapat pemberitahuan bahwa sekolah diliburkan, pada awalnya saya bosan dan merasa bahwa itu adalah liburan biasa. Kemudian, sekolah memberi tugas untuk membuat komik/ gambar mengenai covid-19. Disitulah saya mulai berkarya.

Salah satu karakter animasi 3d yang saya buat (dengan mouse)

Setelah membuat animasi, tidak ada agenda yang saya rencanakan. Kemudian saya beralih ke media sosial, melihat postingan teman-teman saya yang sedang bernostalgia. Entah bagaimana, itu menggairahkan semangat saya untuk berkarya daripada mengingat-ingat kejadian lama. Pada saat itulah saya membuat mural (sayang sekali, fotonya hilang dan dindingnya telah dicat ulang).

Saya juga mendapat banyak e-sertifikat dari partisipasi saya dalam berbagai macam webinar. Mulai dari webinar sekolah, hingga luar kota. Saya juga sudah menerbitkan buku bersama 24 penulis lainnya dalam buku Antologi cerpen misteri: 25 Labirin dan sekarang saya sedang mengikuti lomba melukis tingkat nasional. (doakan semoga menang,  ya)

Tidak hanya dibidang seni, sekarang saya sedang belajar bahasa spanyol. Sebenarnya dulu saya tidak memiliki niat untuk belajar bahasa spanyol, tetapi saya jadi semakin tertarik dengan belajar bahasa.

Kemudian semua waktu luang itu hilang setelah masuk sekolah online. Tugas menumpuk, tidak ada waktu untuk bersantai seperti dulu. Mungkin karena belum terbiasa sekolah online, jadi saya tidak begitu paham mengenai materi yang disampaikan guru. Meski berat, tetapi menjadi kewajiban seorang murid untuk selalu mengumpulkan tugas tepat waktu.

Tetapi karena materi yang saya pelajari kurang maksimal, saya menjadi berada di bawah tekanan. Ditambah lagi apabila saya harus mengikuti kelas tambahan agar materi bisa masuk otak. Haduh~

Ini tugas Bahasa Indonesia yang ternyata milik kakak kelas :"(

Aktifitas saya juga berubah semenjak adanya kelas online. Berikut lagu yang disampaikan teman saya untuk melepas kekesalannya:

“Bangun tidur kuterus daring

Tidak lupa absen di gc

Habis meeting, kunge-meet lagi

Praktis ngga, capeknya iya”

Meski begitu, disela-sela mengerjakan tugas, saya juga masih melakukan hobi saya. Ya, tentu saja menggambar. Menggambar digital bersama teman-teman dan membuat animasi/ editing sangat menghibur saya dibawah tekanan tugas. tugas menjadi menumpuk jika kamu malas mengerjakannya (kecuali jika anda memiliki tipe seperti saya: tumpuk tugas dan tuntaskan semua sekaligus sebelum deadline salah satu tugas).

Kalian boleh saja melakukan hal yang kalian suka, tetapi jangan lupakan kewajiban kalian. Mungkin cukup sekian, Nos vemos, amigos!

Komentar

Posting Komentar