Orang-Orang yang Membuat Jiwaku Bergelora

Karya: Zafira Nabila

Apakah insecure nyambung dalam tema ini? sambung-sambungin ajalah~

mencoba rigging dengan karakter teman saya :)


Pernah mengalami insecure atau kurang percaya diri? Hal tersebut tentu sudah menjadi hal mainstream untuk kaum manusia, bukan? Kalian pernah mengalaminya?

Saya sendiri? Jujur saja, saya tidak tahu bagaimana perasaan insecure. Apakah itu adalah sebuah perasaan iri akan hal yang tidak saya miliki? Mungkin dulu pernah, tetapi sekarang tidak. Biasanya, tempat orang-orang memiliki rasa insecure yang tinggi adalah media sosial. Ketika mereka melihat postingan teman-teman/ orang lain yang bagus, mereka akan merasa “wah, enaknya jadi dia.”

Haha, primitif. Bagi saya, hal tersebut justru membuat saya lebih bergelora untuk mengejar prestasi. Berdasarkan pengamatan saya sendiri, orang-orang memposting sesuatu di media sosial untuk mencari perhatian. Semua orang butuh perhatian tetapi dengan cara yang berbeda-beda. Daripada rebahan 24 jam nonstop di atas kasur sambil memantau media sosial dan meningkatkan skill insecure, lebih baik kita menggali potensi diri.

Misal, saya pandai menggambar. Terkadang saya memposting hasil gambaran/ animasi saya di media sosial. Tetapi saya mendapatkan jumlah like lebih sedikit daripada kawan-kawan saya yang memposting dirinya berselfie. Pada saat itulah saya berniat untuk melangkah lebih maju untuk membuat animasi dan mencari prestasi lebih tinggi. Tanpa sadar, kita sudah membangkitkan jiwa optimis kita dan melihat masa depan. Tentu saja semua diawali dengan niat. Dengan begitu, tindakan apapun yang terjadi di sekitar kita tidak akan menghalangi kita dalam mengejar mimpi.


umur saya masih 16 tahun, apakah pembuatan animasi ini membuat saya terlihat seperti 20 tahun?


Ternyata, hal yang saya lakukan ini ternyata sama dengan hal yang pernah ibu saya alami lho. Dulu ibu saya jarang bergaul dengan teman-temannya karena berusaha menggapai mimpi. Ibu saya jarang datang ke reuni (yang diadakan sekitar 2 tahun setelah lulus, saya juga kurang tahu), jarang melakukan chat dengan teman-temannya (iya jaman dahulu tidak ada aplikasi per-chat-an), dan sekarang teman-temannya terkejut ketika mendengar kabar bahwa ibu saya telah menjadi orang sukses.

Masa depan memang tidak ada yang tahu. Karena itu cobalah untuk mencari tahu dari sekarang. Jangan biarkan insecure menghalangimu, semua orang punya kelebihan masing-masing! Semangat!

Komentar